Oleh: sujono | 20 26UTCp31UTC01bUTCSat, 10 Jan 2009 13:16:26 +0000 2008

Niat Beramal

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab
radhiallahuanhu, dia berkata, “Saya mendengar
Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya setiap perbuatan1) tergantung niatnya2).
Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)
1. Yang dimaksud perbuatan di sini adalah amal ibadah yang membutuhkan niat.
2. Niat adalah keinginan dan kehendak hati.
Hadits Arba’in Nawawy 6
berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang
hijrahnya3) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah
dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan)
Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena
menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau
karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya
(akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah
Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah
bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Al Husain, Muslim
bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaaburi di
dalam dua kitab Shahih, yang merupakan kitab yang
paling shahih yang pernah dikarang).
Catatan:
1. Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits
yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan
Imam Syafi’i berkata: Dalam hadits tentang niat ini
mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa
perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan
dan anggota badan, sedangkan niat merupakan
salah satu bagian dari ketiga unsur tersebut.
Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata,”
Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh.
Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata,” Hadits
ini merupakan sepertiga Islam.
2. Sebab dituturkannya hadits ini, yaitu: ada
seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah
1. Makna kata “Hijrah” secara bahasa: meninggalkan, sedangkan menurut syariat artinya:
meninggalkan negeri kafir menuju negeri Islam dengan maksud bisa melakukan ajaran
agamanya dengan tenang. Yang dimaksud dalam hadits ini adalah perpindahan dari
Mekkah ke Madinah sebelum Fathu Makkah (Penaklukan kota Mekkah th. 8 H).
Hadits Arba’in Nawawy 7
dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang
wanita yang konon bernama: “Ummu Qais” bukan
untuk meraih pahala berhijrah. Maka orang itu
kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi
Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).
Kandungan Hadist:
1. Niat merupakan syarat layak/diterima atau
tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak
akan menghasilkankan pahala kecuali berdasarkan
niat (karena Allah ta’ala).
2. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal
ibadah dan tempatnya di hati.
3. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena
Allah ta’ala dituntut pada semua amal shaleh dan
ibadah.
4. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala
berdasarkan kadar niatnya.
5. Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah
(boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhaan
Allah maka dia akan bernilai ibadah.
6. Yang membedakan antara ibadah dan adat
(kebiasaan/rutinitas) adalah niat.
7. Hadits di atas menunjukkan bahwa niat
merupakan bagian dari iman karena dia
merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut
pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah
membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan
dan diamalkan dengan perbuatan.
Hadits Arba’in Nawawy 8
Tema-tema hadits:
1. Niat dan keikhlasan : 7 : 29, 98 : 5
2. Hijrah : 4 : 97, 2 : 218, 3 : 195, 8 : 72
3. Fitnah dunia : 3 : 145, 4 : 134, 6 : 70, 8 : 67


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: